Jumat, 09 Juni 2017

Media Pembelajaran Tata Surya untuk SD Kelas VI


pagecombine


Hai. selamat datang kembali di "Pramudhita Novitasari's World" Postingan kali ini saya akan sedikit menjelaskan terkait bagaimana media pembelajaran yang dilakukan seorang guru kelas VI menjelaskan terkait tata surya supaya mudah dipahami oleh murid-muridnya.

saat belajar tata surya, biasanya seorang murid akan lebih dulu menghafal nama-nama urutan planet di galaksi kita, kemudian mulai dijelaskan bagaimana terjadi siang dan malam, pasang surut air laut, apa itu gerhana matahari dan bulan, dan sebagainya. maka hal ini membutuhkan ketelitian khusus dari guru dalam menyampaikan hal-hal yang 'serius' namun mudah di pahami siswa, alangkah lebih baknya jika pada akhirnya murid akan paham dan menyukai tentang pembelajaran ini, berarti sebagai seorang guru, guru telah sukses menjalankan peran pembelajarannya.

Menurut Usman Samatowa dalam bukunya yang berjudul Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar, menyatakan bahwa mengajar tidak secara otomatis  menjadikan siswa belajar. Tugas guru sebenarnya hanyalah membantu transfer belajar untuk menerapkan hal-hal baru yang telah dipelajari pada situasi baru. Seorang guru dapat membantu transfer belajar melalui penugasan dan diskusi kelompok. Oleh sebab itu, fakta, keterampilan, konsep, dan prinsip yang diperlukan untuk terjadinya transfer belajar, sudah dikuasai oleh para siswa yang sedang belajar.
Menurut pandangan kontruktivis dalam proses pembelajaran IPA, seyogyanya saat proses pembelajaran IPA berlangsung, siswa harus terlibat secara langsung dengan kegiatan nyata.
Materi tata surya dapat diajarkan kepada siswa sekolah dasar melalui beberapa metode, model, dan media pembelajaran. Untuk metode dapat dilakukan dengan diskusi kelompok, ceramah, maupun penugasan. Sedangkan model pembelajaran dapat berbentuk sebuah permainan yang mengemas materi secara lebih ringan dengan memanfaatkan media pembelajaran yang menarik. Berikut ini adalah langkah-langkah penerapan materi tata surya di sekolah dasar:
  • Guru menjelaskan materi tentang tata surya melalui video dan animasi
  • Guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok yang beranggotakan 3 orang.
  • Guru menyediakan media pembelajaran berupa gambar planet dalam tata surya, kartu kata yang berisi karakteristik planet dalam tata surya, dan alas background yang terbuat dari karton/sterofoam untuk diberikan pada tiap-tiap kelompok
  • Tiap kelompok berlomba memasangkan susunan planet dalam tata surya dengan tepat
  • Kelompok tercepat dan benar akan diberi kartu kata oleh guru yang berisi karakteristik tiap planet. Tugas kelompok adalah menempelkan gambar yang sesuai dengan kartu kata.
  • Sekali lagi, kelompok tercepat dan benar dinyatakan sebagai pemenang dan berhak mendapat reward dari guru.

Sekian penjelasan kali ini, semoga bermanfaat! ^^



Sumber: https://ocishizemasuka.wordpress.com/2015/03/07/media-pembelajaran-tata-surya-kelas-vi-sd/

Sabtu, 03 Juni 2017

Pengembangan Media Belajar

Dalam pengembangan media belajar, sangan dibutuhkan sosok pelaksana di dalamnya. dimana yang dimaksud dengan pelaksana adalah Tutor, Kader, Pengelola Kejar, Pengelolaa TBM, Pendamping/Pamong Belajar, Warga Belajar, dan Lembangan Pengembangan Program dengan fungsinya masing-masing.
Dalam pengembangan media belajar pun diperlukan teknik penyusunan media belajar. pada saat menentukan teknik penyusunan pun ada beberapa prinsip yang diperlukan antara lain adalah

  • Kesesuaian
  • Kemudahan Pemahaman
  • Kemenarikan
  • Kemudahan Pengadaan
  • Keikut sertaan warga belajar
Prinsip diatas kemudian diselaraskan dengan sifat media belajar yang motivatif, instruktif, informatif, rekreatif, 
Pengembangan media belajar memiliki berbagai macam jenis, seperti: poster, booklet, buletin, media permainan/simulasi, film atau audio visual, 
Penyusunan media belajar pun tidak sembarangan, dikarenakan memiliki langkah-langkah seperti:
  • Identifikasi kebutuhan isi belajar
    • tujuan belajar
    • metode belajar
    • minat/kecenderungan warga belajar
    • kecakapan awal yang dimiliki
    • masalah aktual
    • kata atau istilah popular sehari-hari
  • Identifikasi sumber-sumber media belajar yang dapat dimanfaatkan
    • mengumpulkan berbagai sumber
    • pemilihan topik dan tema yang sesuai kebutuhan
  • Penelaah hasil identifikasi
  • Konsultasi dengan ahli atau narasumber
  • perancangan cakupan isi dan bentuk penyajian belajar
  • penggunaan media belajar dan umpan balik
  • pemanfaatan umpan balik penggunaan media belajar
Dalam proses pengembangan media belajar pun harus mempertimbangkan hal-hal di bawah ini:
  • Warga belajar
  • tujuan belajar
  • metode belajar yang akan dipergunakan
  • kemudahan memperoleh media
  • keterampilan dalam menggunakannya
  • tersedia waktu untuk menggunakannya
  • sesuai taraf berfikir warga belajar
Langkah langkah penyusunan media belajar yang digunakan tutor antara lain:
  • memilihkan program belajar atau tujuan belajar serta pokok bahasan
  • menetapkan media yang tepat untuk pokok bahasan terpilih
  • mempersiapkan bahan dan perlengkapan yang diperlukan


sekian penjelasan mengenai pengembangan media belajar, semoga bermanfaat! :)

Minggu, 03 April 2016

Pengertian Pendidikan Luar Sekolah

Pendidikan luar sekolah (PLS) merupakan salah satu sub sistem dari sistem pendidikan nasional, ruang lingkupnya sangat luas dan kompleks. Jenis kegiatan yang dapat dilaksanakan dalam pendidikan luar sekolah sebagai suatu sub sistem pendidikan disamping pendidikan informal juga pendidikan nonformal yang akhir- akhir ini berkembang sangat pesat.

Menurut S. Joesoef (Djudju sudjana, 2004 :79) pengertian pendidikan nonformal yaitu pendidikan yang teratur dengan sadar dilakukan tetapi tidak terlalu mengikuti peraturan-peraturan yang tetap dan ketat. Sedangkan menurut Coombs

(Djudju Sudjana, 2004 :22) memberikan pengertian pendidikan nonformal sebagai berikut :

Pendidikan nonformal ialah setiap kegiatan terorganisasi dan sistematis, diluar sistem persekolahan yang mapan, dilakukan secara mandiri atau merupakan bagian penting dari kegiatan yang lebih luas,yang sengaja dilakukan untuk melayani peserta didik tertentu didalam mencapai tujuan belajarnya.

Berdasarkan batasan mengenai pendidikan luar sekolah dijelaskan oleh Djidju Sudjana sebagai setiap komunikasi yang teratur dan terarah di luar sekolah dan seseorang mendapat informasi pengetahuan latihan maupun keterampilan yang bertujuan meningkatkan keterampilan, sikap, dan nilai yang memungkinkan baginya menjadi efisien dan efektif dalam lingkungan keluarganya, pekerjaannya bahkan dalam lingkungan masyarakat dan negaranya.

Dapat disimpulkan bahwa pendidikan luar sekolah adalah setiap program pendidikan yang diselenggarakan diluar sistem persekolahan yang berlaku, dilakukan secara sengaja dalam rangka membelajarkan peserta didik sesuai kebutuhan kehidupan sehingga diharapkan tercapainya suatu perubahan baik dalam segi pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dapat dikembangkan kearah yang lebih baik.

Refrensi:

Sudjana, D. (2000). Manajemen Program Pendidikan Untuk Pendidikan Luar Sekolah dan Pengembangan Sumberdaya Manusia. Bandung : PT. Falah Production.

Sumber :
http://ewintribengkulu.blogspot.com/2012/10/pengertian-pendidikan-luar-sekolah.html

Filsafat dan Teori PLS

Pengertian: 
  • filsafat dalam bahasa inggris, yaitu: philosophy, adapun istilah filsafat berasal dari bahasa yunani "philoshopia" yang terdiri atas dua kata: philos (cinta) atau philia (persahabatan, tertarik kepada) dan shopia (hikmah, kebijaksanaan, pengetahuan, keterampilan, pengalaman praktis dan intelegensi). 
  • jadi secara etimologi filsafat berarti cinta kebijaksanaan atau kebenaran. 
Definisi: 
  • Dalam kamus besar bahasa Indonesia, kata filsafat menunjukan pengertian yang dimaksud yaitu, pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi mengenai hakikat segala yang ada, sebab asal dan hukumnya. 
  • Secara umum, filsafat berarti upaya manusia untuk memahami segala sesuatu secara sistematis, radikal dan kritis.
  • Filsafat merupakan sebuah proses bukan sebuah produk. Maka proses yang dilakukan adalah berpikir kritis yaitu, usaha secara aktif, sistematis dan mengikuti prinsip-prinsip logika.
Pembagian filsafat:
  1. Filsafat teoritis mencakup: (1) ilmu pengetahuan alam seperti: fisika, biologi, ilmu pertambangan dan astronomi; (2) ilmu tentang ketuhanan dan metafisika. 
  2. Filsafat praktis mencakup: (1) norma-norma (akhlak); (2) urusan rumah tangga; (3) sosial dan politik
KARAKTERISTIK PEMIKIRAN FILSAFAT 

1. Menyeluruh

Artinya, Pemikiran yang luas karena tidak membataasi diri dan bukan hanya ditinjau dari satu sudut pandangan tertentu. Pemikiran kefilsafatan ingin mengetahui  hubungan antara ilmu yang satu dengan ilmu – ilmu lain, hubungan ilmu dengan moral, seni, dan tujuan hidup.

2. Mendasar
Artinya, pemikiran yang dalam sampai kepada hasil yang fundamental atau esensial objek yang dipelajarinya sehingga dapat dijadikan dasar berpijak bagi segenap nilai dan keilmuan. Jadi, tidak hanya berhenti pada periferis

( Kulitnya ) saja, tetapi sampai tembus ke kedalamannya.

3. Spekulatif
Artinya, hasil pemikiran yang didapat dijadikan dasar bagi pemikiran selanjutnya. Hasil pemikirannya selalu dimaksudkan sebagai dasar untuk menjelajah wilayah pengetahuan yang baru. Meskipun demikian, tidak berarti hasil pemikiran kefilsafatan itu meragukan, karena tidak pernah mencapai penyelesaian.